Jumat, 25 Mei 2018

Pengurus Harian IKBIM UNM Periode 2018-2019 Resmi Dilantik


Pengambilan Sumpah Jabatan

Pengurus baru Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Makassar (IKBIM UNM) periode 2018-2019 resmi dilantik Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM Drs. H. Arifuddin Usman, M.Kes. kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Bahasa Arab. Jumat, 25 Mei 2018 ini resmi melantik Rustan Ruslan mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas MIPA sebagai Ketua Umum IKBIM UNM.

Rustan Ruslan dalam sambutannya mengungkapkan IKBIM UNM sebagai lembaga keorganisasian harus terus bergerak untuk menjadikan IKBIM UNM menjadi lebih baik lagi ke depannya sehingga apa yang menjadi visi misi kita dapat tercapai. Lanjutnya, mahasiswa angkatan 2015 ini mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk bersama-sama dan bersinergi untuk IKBIM yang lebih baik, lebih digemari setahun kedepannya, dan bagaimana kita menjadi garda terdepan bagi mahasiswa bidikmisi kepada pimpinan Universitas.

Pada kesempatan yang sama. Wakil Rektor III UNM menyampaikan bahwa organisasi yang sehat itu adalah organisasi yang tiap tahunnya terjadi pergantian kepengurusan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan. Selanjutnya dia berharap kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab berdasarkan tugas yang diberikan sehingga dapat membangun kebersamaan dan dapat bersinergi terhadap Perguruan Tinggi lain di Sulawesi Selatan.

Pelantikan ini bertema “Progresivitas Lembaga Menuju Pengurus yang Profesional dalam Bingkai Kekeluargaan” yang juga akan dirangkaikan dengan pembukaan rapat kerja pengurus harian.*(HUMAS)

Share:

Minggu, 20 Mei 2018

Pengumuman Pengurus Harian IKBIM UNM

Pegumuman !!!!
Pengurus Harian IKBIM UNM periode 2018-2019
Downoad Disini

Semangat Ya menjalankan Amanah Satu Priode Kedapan
Prestasi Tanpa Batas
Share:

Selasa, 15 Mei 2018

Minggu, 18 Maret 2018

Kisah Inspiratif; Sukses Dalam Kesederhanaan


Sebagai insan yang terlahir dari kalangan keluarga ekonomi rendah membuat insan  Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu kebahagiaan dalam tangisan. Bagaimana tidak? Kelulusan ini merupakan awal untuk meningkatkan mental kemandirianku, akan tetapi ketakutan dan kecemasan yang saya rasakan adalah bagaimana cara melanjutkan pendidikan dengan keadaan ekonomi keluarga yang tergolong jauh dari harapan untuk menunjang pendidikan kedepannya.

Dimasa pendaftaran saya mulai mencari berbagai macam beasiswa khususnya bagi calon mahasiswa kurang mampu. Akhirnya saya melamar 2 macam beasiswa yaitu Bidik Misi dan Ikatan Dinas yang diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian RI yang dikoordinir langsung oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Daerah. Kedua beasiswa inilah sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikanku. Akan tetapi hal ini belum mampu memecahkan dari sekian kecemasan yang kurasakan.

Kecemasan yang melandaku membuat orangtua merasakannya juga sehingga dalam suasana hening yang disertai dengan penuh keharuan, kedua orang tuaku mengatakan bahwa silahkan kau berangkat ke Makassar untuk melanjutkan pendidikanmu. Akan tetapi saya sadar bahwa dengan ekonomi keluarga yang tergolong kurang, saya jawab lebih baik cari kerja saja dengan modal ijazah SMK. Namun mereka tetap ngotot untuk menyuruhku berangkat mendaftar kuliah, sepenggal kalimat dari mereka yang hingga sekarang tidak pernah hilang dalam ingatanku “bahasa bugis : Appangngujuno Na’ iaropale koengka dallemu ditarima mancaji Mahasiswa nasiessoji bahang diulle biayaii, lisuno mai’’ terjemahannya : Silahkan kau berangkat, kalaupun nantinya kau diterima sebagai Mahasiswa, dan biaya kami hanya mampu untuk sehari saja, maka pulanglah” yang penting kita sudah sama-sama berusaha, yang penting jangan berhenti berdoa pasti ada jalan dari Tuhan. Dari sepenggalan kalimat itulah seakan-akan menjadi beban serta motivasi bagi saya. Akhirnya berkat niat dan dukungan dari kedua orang tuaku saya memutuskan untuk berangkat ke Makassar. Keberangkatanku ini beda dengan teman-teman yang lain yang masing-masing didampingi oleh orang tua mereka, dibandingkan dengan saya hanya titipan harapan dan doa dari kedua orang tuaku yang saya genggam erat-erat sebagai teman dalam perjalananku. Hal ini bukan berarti tanpa sebab,  selain dari faktor ekonomi yang kurang untuk biaya transport dll, juga karena menurutku saya pasti bisa melakukannya dengan seorang diri.

Beberapa hari di Makassar akhirnya saya menerima pengumuman hal lamaran beasiswa Ikatan Dinas yang saya ikuti, akan tetapi isi dari pengumuman tersebut mengatakan bahwa nama saya masuk dalam daftar tunggu, tentu hal ini semakin mengurangi kesempatan saya untuk menerima beasiswa tersebut. Akhirnya saya keliling mencari kampus Negeri yang membuka pendaftaran di antaranya PNUP, UNHAS, UNM, dan UIN Alauddin. Dari kempat kampus tersebut Alhamdulillah Tuhan membukakan jalan pendidikanku di Universitas Negeri Makassar dengan status Mahasiswa Bidik Misi tentu hal ini suatu kesyukuran khususnya bagi saya dan kedua orang tuaku yang selama kepergianku selalu menanti kabar kelulusanku meskipun sebelum-sebelumnya selalu mendapat kabar menyedihkan tentang kelulusanku.

Empat  semester berlalu yang kujalani saya mulai sadar bahwa dengan bekal Beasiswa Bidik Misi ini tentu belum cukup untuk menopang segala biaya yang saya perlukan dalam pendidikan kedepannya selain biaya kehidupan yang semakin hari semakin meningkat juga saya tidak berharap banyak lagi bantuan dana dari orang tua. Akhirnya beberapa dari Beasiswa saya tabung untuk masuk kursus mengemudi mobil disalah satu tempat kursus mengemudi di Makassar. Saya menganggap bahwa keterampilan ini sangat perlu untuk dimiliki oleh seorang mahasiswa selain untuk menghadapi dunia kerja kedepannya juga sebagai bekal untuk mencari kerja sampingan dalam menjalankan kuliah, banyak orang yang menertawakan bahakan mereka menganggap buang-buang waktu dan uang masuk peserta kursus mengemudi. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat menghalangi rencana dan niat saya yang tetap menjalani kursus tersebut. Setelah menjalani kursus selama 14 hari sayapun mendapat sertifikat mengemudi tingkat dasar, akhirnya saya mendatangi beberapa istansi yang memerlukan jasa sopir, hal ini juga saya tawarkan kebeberapa Dosen di kampus. Suatu usaha yang tidak menghianati hasil hampir setiap minggunya saya mendapat panggilan untuk mengantar baik dalam Kota Makassar juga ke luar daerah. Suatu kesyukuran bagi saya ketika mendapat tawaran tersebut tentunya biaya makan tidak lagi mengurangi uang pribadi, juga ditambah uang honor dari orang yang saya antar. Keterampilan inilah yang hingga sekarang turut membantu biaya kehidupanku, dan uang beasiswa Bidik Misi dapat saya alokasikan untuk biaya pendidikanku, dimana sekarang ini menjalani penelitian sebagai tugas akhir mahasiswa untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains jurusan Kimia FMIPA UNM. Keterampilan ini pula akhirnya membuat banyak orang sadar termasuk mereka yang dulu menertawakan saya bahwa hidup dengan bekal pengetahuan saja belum cukup untuk menuntaskan sebagian permasalahan dalam menempuh pendidikan. Pesan saya untuk para pembaca khususnya bagi teman-teman seperjuangan Bidik Misi ‘’jangan mudah putus asa, buktikan bahwa mahasiswa bidik misi kaya akan pengetahuan, kreatifitas dan keterampilan sebagai bekal dalam menopang kehidupan kedepannya’’.

Kalau orang lain sering mangatakan dengan membaca akan mengenal dunia maka hari ini saya dapat mengatakan pula bahwa dengan keterampilan saya dapat menjelajahi sebagian dunia.


Sekian kisahku yang kutorehkan melalui goresan pena sebagai inspirasi dalam menggapai cita-cita.
Share:

Sabtu, 17 Maret 2018

IKBIM UNM Gelar Bazar PORSI II dirangkaikan Bedah Film "Sarjana Kambing"



ikbim-unm.org Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Makassar (IKBIM UNM) menggelar Bazar Pekan Olahraga dan Seni (PORSI) II dirangkaikan bedah film yang merupakan program kerja Bidang I Pengembangan Organisasi IKBIM UNM periode 2017-2018 di Warkop Cappo Alauddin, Makassar, Sabtu (17/3).

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa bidikmisi UNM serta mahasiswa forum bidikmisi se-Makassar dengan membedah film "Sarjana Kambing", menghadirkan pembicara M. Yunasri Ridho (Ketua MAPERWA UNM) serta Nasrullah (Ketua Bidang I Pengembangan Organisasi IKBIM UNM) sebagai pemandu acara.

Ketua Bidang I Pengembangan Organisasi IKBIM UNM, Nasrullah mengaku sangat senang dengan bedah film "Sarjana Kambing" bisa terselenggara.

"Menumbuhkan jiwa semangat kepada para pendidik terutama yang lahir dari kalangan yang tidak mampu. Saya kira hal ini relevan dengan latar belakang dari mahasiswa bidikmisi. Adapun film yang dibedah yakni, "Sarjana Kambing". Film ini bercerita tentang sarjana yang pulang kampung untuk memajukan dan mempunyai visi misi dalam kesejahteraan petani, semula ia menjadi sarjana yang dibully bukan hanya masyarakat setempat tetapi juga ayahnya sendiri yang sangat bertolak belakang dengan apa yang diimpikan oleh sang anak, akan tetapi tekad dari sang anak yang begitu tinggi berhasil membuktikan visi misinya. Hingga akhirnya visi misinya pun berhasil dibuktikan ke masyarakat luas hingga pemerintah daerah. Jadi sekali lagi selaku penyelenggara mengharapkan film ini bisa dijadikan sebagai inspirasi untuk menumbuhkan jiwa semangat kepada kita semua agar jangan berhenti semangat terutama dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa khususnya masyarakat kalangan bawah", tambahnya.

Ketua IKBIM UNM, Unding Amar menambahkan bedah film yang diselenggarakan semoga dapat menginspirasi mahasiswa bidikmisi, khususnya mahasiswa bidikmisi UNM.

"Mengembalikan idealisme berpikir bahwa sekolah untuk belajar bukan untuk mencari kerja dan teguh pendirian terhadap sesuatu yang diyakini benar, sesuai dengan keinginan, serta cerdas dalam melihat peluang yang ada di sekitarnya", ujarnya.
Share:

Tentang Kami

Wadah mahasiswa Bidikmisi UNM untuk saling berkreasin berinovasi dan tentunya menginspirasi.
Ayo kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Arsip

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Hubungan Masyarakat IKBIM UNM Periode 2018-2019

Theme Support