Senin, 30 Desember 2013

Jangan Menyerah, Sebelum Berusaha

Thanks Bidikmisi
Saya hanyalah seorang anak dari sebuah keluarga sederhana yang bisa dikatakan masih jauh dari berkecukupan. Maka dari itu meskipun saya memiliki cita-cita, namun kadang saya merasa takut untuk memikirkannya. Hingga saat akhir dari masa-masa SMA dan saat dimana perguruan-perguruan tinggi membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Dan di saat itulah saya merasa sangat bimbang akan langkah yang akan saya tempuh, di satu sisi saya sangat ingin lanjut ke perguruan tinggi dan menggapai cita-citaku tapi, di satu sisi lain saya juga tidak tega untuk meminta biaya kepada orang tua untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi. Dan di saat itulah saya dinasehati oleh seorang guru yang tidak lain adalah wali kelasku, yakni ibu Ernawati s.pd. beliau menasehatiku bahwa jika memang benar-benar ingin menggapai cita-cita, maka jangan menjadikan keadaan keluarga sebagai alasan untuk menyerah akan cita-cita itu. Tapi cobalah untuk berusaha karna sebagaimana pepatah mengatakan "dimana ada kemauan disitu ada jalan".

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mencoba mendaftar di jalur SNMPTN dan juga BIDIKMISI yang  saat itu saya bersama teman- teman saya mencari info-info tentang pendaftaran BIDIKMISI itu dan mendaftar. Hingga tibalah saat pengumuman SNMPTN tanggal 27 mei 2013, yang saat itu bertepatan dengan pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) di sekolah saya. Dan saya pun sangat bersyukur karna ternyata saya mendapat nilai UN tertinggi di sekolah saya (SMAN 1 Tomoni). Namun kekecewaan terbesar juga saya alami hari itu, karna ternyata saat pengumuman SNMPTN saya tidak lulus. Rasa kecewa, sedih, marah, dan juga  bingung pada hari itu. Karena lulus dari SNMPTN dan bisa diterima sebagai mahasiswa bidikmisi adalah satu-satunya harapan saya. Karena ketika saya tidak lulus dari SNMPTN maka saya harus ikut tes SBMPTN yang dalam pikiran saya tidak akan mungkin diizinkan oleh kedua orang tua saya. Hari itu saya langsung menghadap ke kepala sekolah dan bertanya kenapa saya bisa tidak lulus SNMPTN padahal ketika saya mengikuti sosialisasi SNMPTN dari salah satu Guru besar Universitas Hasanudidin (UNHAS) yakni Prof. DR. dr. Idrus Patursi M.Sc beliau mengatakan bahwa salah satu syarat untuk diterima SNMPTN dan BIDIKMISI adalah nilai Ujian Nasional. Namun kepala sekolah saya hanya mengatakan bahwa mungkin masih ada siswa dari sekolah lain yang memilki nilai lebih tinggi yang masuk di prodi yang sama dengan yang saya pilih yakni Pend. Bahasa inggris. Saya sangat dan teramat sangat kecewa. Saya menangis. Namun orang tua saya yang mengetahui saya tidak lulus SNMPTN dengan bijaksana beliau menasehati saya bahwa mungkin ini belum menjadi rezeki  saya dan beliau mengizinkan saya untuk ikut mendaftar di jalur SBMPN.

Atas saran dari salah seorang guru saya yakni ibu Nurmiyanti s.pd beliau menyarankan kepada saya untuk memilih jurusan lain karna mungkin jurusan Pend. Bahasa inggris terlalu tinggi peminatnya. Akhirnya saya mencoba untuk memilih jurusan lain yakni Pend. Fisika kelas internasional (Bilingual) sebagai pilihan pertama dan Pend. Bahasa inggris sebagai pilihan kedua. Meskipun saya merasa sangat tidak yakin, namun saya tetap mencoba karna saya berfikir tidak ada salahnya untuk mencoba dan jika memang saya tidak lulus lagi di jalur SBMPTN saya pun pasrah mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik untuk saya. Akhirnya tiba saat ujian SBMPTN. Saya bersama teman-teman saya yang juga mengikuti tes menempuh perjalanan 12 jam dari Tomoni ke Makassar ditambah lagi saya dalam keadaan sakit. Ketika mengikuti tes tidak ada yang saya pikirkan kecuali hanya berdoa dan pasrah semoga saya bisa mengingat semua pelajaran-pelajaran yang telah saya pelajari dan bisa menjawab soal-soal ujian itu sehingga saya bisa diterima di perguruan tinggi yang sangat saya inginkan yakni Universitas Negeri Makassar.

source image: dauznyel1.blogspot.com

Tibalah saat pengumuman hasil ujian SBMPTN tanggal 8 juli 2013 pukul 19.00 wita. Saya bersama teman saya pergi ke warnet untuk melihat pengumuman itu. Sebelum saya berangkat  melihat hasil pengumuman itu saya bilang  pada ibu saya bahwa jika saya tidak lulus lagi di jalur ini maka saya akan berhenti karna saya tahu kalau jalur mandiri sangat mahal. Namun ibu ku dengan tenang menjawab ‘ anakku,kamu pasti lulus’ entah apa yang membuat ibu saya begitu yakin akan itu. Dengan perasaan takut dan berdebar-debar saya pergi ke warnet dan disana telah berkumpul teman-teman seangkatan saya. Subhanallah..!!  saya terasa melayang ketika melihat hasil pengumuman yang ada di monitor di hadapan saya. Kalimat "Selamat  Dewi Lestari dengan nomor pendaftaraan xxxxx dinyatakan lulus di Universitas Negeri Makassar prodi Pend. Fisika kelas internasional ( Bilingual)".  Rasa syukur dan rasa terima kasih serta bangga saya rasakan saat itu. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah serta semua pihak yang telah menyediakan beasiswa BIDIKMISI ini. Karna berkat Bidikmisi saya bisa belajar di perguruan tinggi negeri yang sangat saya idam-idamkan yakni Universitas Negeri Makassar. Berkat Bidikmis pula saya bisa bertemu dengan orang-orang yang hebat dan luar biasa. Dan juga mendapat keluarga baru yakni keluarga besar Bidikmisi. Semoga ini adalah langkah awal saya untuk mencapai kesuksesan.

jangan berputus asa ketika mengalami kegagalan dan  kesulitan, tapi anggaplah itu sebagai tantangan untuk menjadi lebih baik”

road to success is always open for anyone who want to try


*Karya: Lestari Dewi (International Class Program of Physics. FMIPA Makassar State University)




Share:

Sabtu, 21 Desember 2013

-Jalan Bahagia-

Masih tergambar jelas dalam memori bagamaina kecewa memenuhi seluruh ruang yang ada di hati saat pengumuman SBMPTN lalu. Tapi raut kekecewaan jauh tergambar lebih jelas di wajah Ibu kala itu, harapan untuk melihat anak bungsunya berkuliah di Perguruan Tinggi terfavorit di Indonesia Timur pupus sudah karena dalam pengumuman tersebut saya dinyatakan TIDAK LULUS di PTN manapun.

                Yang bisa saya lakukan hanya diam seribu hahasa melihat pengumuman tersebut dan sibuk mengutuki diri saya sendiri dalam hati. Saya menyalahkan diri saya sendiri, ini semua karena saya tidak belajar dengan maksimal dan terlalu menganggap remeh tes-tes yang akan dilewati untuk terdaftar sebagai mahasiswi di PTN. Padahal Ibu sudah berulang kali menganjurkan dan bahkan memintaku untuk mengikuti bimbingan belajar khusus untuk masuk di PTN tapi tetap saja saya tidak mengindahkannya dan lebih asyik melakukan aktivitas aktivitas lain. Saya sangat kecewa kepada diri saya sendiri karena ketidaklulusan ini adalah sebuah hambatan besar untuk menggapai cita-cita saya dan terlebih lagi karena saya tidak bisa memenuhi keinginan Ibu.

                Ibu berusaha menutupi kekecewaannya karena tidak ingin melihat saya jauh lebih sedih lagi tapi tetap saja Ibu tak cukup lihai untuk menyembunyikannya. Di saat seperti ini saya hanya bisa mengurung diri dalam kamar, saya meringkuk untuk waktu yang cukup lama di dalam sana sampai akhirnya kakak saya datang dan berusaha menenangkan saya dengan ucapannya yang mendadak bijak  “Ini bukan akhir segalanya, di balik kegagalan pasti ada hikmah yang Allah SWT selipkan begitupun dengan pelajaran. Mungkin ini cobaan untukmu sebab Allah SWT ingin melihat usahamu untuk mewujudkan apa yang telah menjadi keinginanmu, atau mungkin juga teguran agar kamu tidak terlalu banyak main dan lebih fokus memikirkan masa depanmu”.

                Cukup singkat memang, tapi kata kata itu seperti suntikan darah segar bagiku. Saya menalaah perkataan itu baik baik dan menghayati maknanya. Ya mungkin Allah SWT ingin melihat usaha dan keseriusanku saya tidak boleh menyerah! Sama sekali tidak boleh untuk Ibu, Kakak dan semua orang yang menyayangiku. Saya segera bangkit dari tempat tidur dan menyalakan Laptop untuk mencari informasi mengenai beberapa PTS yang mungkin bisa saya daftari.

                Setelah membuka beberapa situs di internet, saya tidak cukup yakin bisa ikut mendaftarkan diri di PTS karena biaya per semesternya cukup mahal bagi saya belum lagi biaya hidup saya nantinya. Saya tidak mau menyusahkan Ibu dan kakak-kakakku karena kondisi ekonomi keluarga kami memang sedang kurang baik. Saya mulai berfikir keras bagaimana caranya agar saya melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Bersamaan dengan kebingungan yang berputar-berputar dikepala saya, sebuah pesan singkat masuk di HandPhone saya, ternyata itu adalah pesan dari salah seorang sahabat saya. Bak dicinta ulam pun tiba, pesan singkat tersebut membawa solusi bagi kebingungan yang menderaku saat itu. Sahabat saya itu mengajak saya untuk mendaftar di Universitas Negeri Makassar melalui jalur mandiri dan juga mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa Bidik Misi.

source: thewaytohappiness.org

                Dan akhirnya setelah mengikuti beberapa rangkain tes dan wawancara saya dinyatakan lulus dan resmi menjadi salah satu mahasiswi pada program studi Pendidikan Bahasa & Sastra Daerah dan sebagai penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Negeri Makassar. Inilah jalan bahagia yang sudah disiapkan Allah SWT untukku meskipun untuk sampai disini ada begitu banyak sekali kerikil kerikil tajam yang harus saya singkirkan sebelum dinyatakan lulus. Mulai dari berkas administrasi yang tidak lengkap saat wawancara  calon penerima beasiswa Bidik Misi, beruntunglah salah satu kakak saya bersedia mengantarkan berkas tersebut ke Makassar jadi saya tidak harus kembali lagi ke kampung, mendapatkan pin yang ternyata sudah dipakai oleh orang lain sehingga saya harus kembali lagi ke Makassar untuk mengurusnya kembali, menginap di asrama organisasi daerah saya karena tidak tahu harus menumpang dimana untuk mengikuti tes yang berlansung selama dua hari, sampai lokasi tes yang terpencil membuat saya harus berputar berkali-kali di Jalan Raya Pendidikan sebelum akhirnya saya berhasil menemukannya. Tapi saya bersyukur bisa menyingkirkan segala kerikil yang bisa menghambat jalan kesuksesan saya. Saya belajar satu hal disini bahwa terkadang untuk mendapatkan hal indah kita harus melewati perjalanan yang tidak mudah. Allah SWT telah menyiapkan jalan bahagia untuk setiap ummatnya bahkan sebelum dia menciptaka-Nya. Dan sebagai ummat kita hanya perlu mencari jalan bahagia tersebut. Jangan mudah menyerah karena mungkin saja Allah SWT merangkai perjalanan-perjalanan pahit  sebelum akhirnya kita sampai pada jalan bahagia tersebut. Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima Beasiswa Bidik Misi karena dengan Beasiswa ini saya bisa melanjutkan kuliah tanpa harus merepotkan orang tua dikampung, semoga saya bisa memanfaatkannya dengan baik. Aamiin ..

Terima Kasih Bidik Misi, dan Terima Kasih Universitas Negeri Makassar ..


*Karya : NUR ARISKA AULIAH (Pend. Bahasa Dan Sastra Daerah Bugis UNM 2013)
Share:

Jumat, 20 Desember 2013

SUKSES TANPA BATAS itu adalah MAHASISWA BIDIKMISI

Salam Bidikmisi !!!! Perkenalkan nama saya MUSDALIFAH dari prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Sejak SMA saya berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan saya keperguruan tinggi. Waktu itu ayah masih ada, ia terus menyemangatiku agar rajin balajar dan melanjutka pendidikan diperguruan tinggi. Katanya agar supaya anaknya tidak seperti ayahnya yang hanya seorang petani. Ia ingin melihat anaknya sukses, mempunyai pekerjaan yang lebih bagus darinya. namun semenjak ayah tiada keinginan itu rasa ingin saya hilangkan karena saya merasa kasihan kepada ibu yang setiap hari banting tulang tak peduli teriknya matahari dan derasnya hujan, semua itu hanya demi anak-anaknya sedih rasa melihat ibu setiap hari bekerja seperti itu bahkan Saat itu saya putus asa. 

Waktu itu pendaftaran SNMPTN semua teman-temanku telah mendaftar tapi aku hanya duduk, diam dan termenung dan memikirkan apakah aku bisa seperti mereka, melanjutkan pendidikan di universitas yang ku inginkan. Rasa mustahil saya bisa melanjutkan pendidikanku, namun ku tahu rencana Allah akan lebih indah mungkin belum rezeki saya. Sampai pada suatu hari sya mendengar informasi tentang Bidikmisi saya langsung mendaftar dan Alhamdulillah dinyatakan lulus di UNM berkat doa, usaha dan dukungan dari keluarga. 


Menjadi seorang mahasiswa bidikmisi merupakan suatu kebanggaan saya dan keluarga, dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada saya. Meskipun hanya seorang anak petani namun saya yakin saya pasti bisa menjadi seorang apa yang di inginkan ayah saya. Menjadi seorang anak yang sukses dapat membahagiakan orang tua. Dan tugas saat ini yaitu belajar dan terus belajar demi mencapai cita cita serta impianku selama ini. untuk mencapai kesuksesan harus ada pengorbanan “karena tiada kesuksesan tanpa pengorbanan” kata-kata inilah yang selalu sya ingat. Berawal dari seorang mahasiswa bidikmisi kesuksesan berada di depan mata. Selama kata “menyerah” pantang kita ucapkan tanpa “mencoba” karena selalu ada harapan bagi setiap manusia yang mau mencoba dan terus mencoba. Jangan karena hanya masalah faktor ekonomi yang dapat menghalangi keberhasilan kita. Selama kita mempunyai sebuah tujuan dan ingin betul-betul agar supaya tujuan tersebut tercapai kita pasti “BISA” menaklukkan apapun rintangan yang akan kita hadapi. Karena di dunia ini tak ada yang tak mungkin apa bila kita mau melakukannya. "SUKSES TANPA BATAS itu adalah MAHASISWA BIDIKMISI”.
*Karya: Musdalifah (Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran)
Share:

BERKAT BIDIK MISI SAYA BISA KULIAH DI UNIVERSITAS IDAMAN SEMUA ORANG, UNM

Mungkin aku tak seberuntung mereka yang lulus SNMPTN, yang bisa masuk di PTN tanpa di tes lagi. Itulah yang membuat saya sangat bersedih saat pengumuman SNMPTN ternyata saya tidak lulus. Perasaan saya pada saat itu sangat kacau, sedih saat orang tua saya tahu bahwa saya tidak diterima, tapi mereka selalu selalu memberi semangat untuk saya karena sejak saya SMA mereka memang sudah bercita-cita untuk menyekolahkan saya di Makassar.



Setelah pengumuman SNMPTN, saya kemudian mendaftar melalui jalur SBMPTN dengan harapan semoga saya bisa lulus masuk di PTN. Tetapi dua hari sebelum tes saya sakit keras dan sehingga tiba waktu tes SBMPTN semuanya kacau karena keadaan sudah kritis. Alhasil ternyata tidak lulus untuk yang kedua kalinya, sungguh menyakitkan sekali, pada saat itu saya sudah merasa putus asa. Tapi orang tua saya selalu memberi semangat mereka berkata kepada saya “TAK ADA YANG TAK MUNGKIN, ASALKAN KAMU MAU BERUSAHA” dan pada saat itu saya mendapat informasi tentang pendaftaran Bidik Misi, saat itu semangat saya mulai kembali lagi, saya mendaftar jalur bidikmisi, ikut tes tertulis, dan wawancara. Setelah tiba hari pengumuman saya tak menyangka bahwa saya lulus di UNM jalur bidikmisi 2013. Akhirnya cita-cita orang tua saya dapat terkabulkan.


Tugas saya sekarang adalah belajar dengan semangat dari kedua orang tua untuk mencapai kesuksesan yang ingin di capai ,,, Aamiin ya allah.

Terima kasih ya allah,terima kasih kepada kedua orang tua ku,kepada pengelolah bidik misi, dan teman-teman yang telah membantu....

Salam BIDIK MISI
"Salam sukses tanpa batas......"

Karya: Sahriyanti (Mahasiswa Bidikmisi Pendidikan Akuntansi 2013)
Share:

Terima Kasih Bidik Misi

Aku merasa sedih, kecewa, bahkan marah. Tapi Aku tidak bisa menangis. Mungkin karena terlalu sedih. Pada saat pengumuman SNMPTN itu ada, karena Saya sudah menganggap bahwa Nama Ku telah terdaftar di suatu PTN di Makassar karena Saya telah mendapat bebas tes pada saat mendapat Juara III suatu lomba di PTN tersebut. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi sesuai dgn keinginan-Ku.

Sebenarnya Aku sudah mempersiapkan untuk menghadapi kenyataan bahwa suatu saat Aku akan gagal dalam suatu Ujian dan tidak selamanya terus berjalan mujur. Tapi tetap saja Saya merasa tidak terima, Aku mengaggap ini tidak Adil. Aku menyadari tak seorang pun akan bersuka cita jika Ia mendapatkan suatu bencana. Walaupun itu baik untuk masa yang akan datang dan untuk dirinya sendiri.

Tapi sekarang Saya baru tahu ternyata Tuhan akan memberikan Saya suatu hal yang sangat penting yaitu Bidik Misi. Dan pernah Saya berkata bahwa Saya tidak menyesal bahkan Saya bersyukur tidak lulus SNMPTN. Karena di situlah Saya mengenal tentang Bidik Misi. Alhamdulilah Saya menjadi salah seorang yang menjadi bagian dalam keluarga penerima beasiswa Bidik Misi angkatn 2013 di Universitas Negeri Makassar.

Syukurku yang paling pertama kepada kepada Allah Swt, karena telah memberikan saya rezeki-Nya, yang kedua untuk Kakak Ku tersayang (Rosdiana, S. Pd), yang tidak lelah waktu mendaftarakan Saya Bidik Misi, dan selalu menyemangati Ku. Dan untuk semua teman-temanku. Serta semua Pihak pengelola Bidik Misi yang telah mempercayakan Saya menjadi Penerima Bidik Misi. terima Kasih atas semuanya Semoga Saya bisa menggapai Cita-Cita dan Impian Saya. dan Aku mengutip Kata-kata dari Tema lomba AF 2014 FE UNM ( Reach Your Dream and Be The Champion) Aminnnn.
**Karya: Rahmayani (Mahasiswi Bidikmisi Pendidikan Akuntansi 2013)
Share:

Sabtu, 14 Desember 2013

Berawal dari Training SOFT SKILLS Bidikmisi

Memperhatikan  butiran – butiran air hujan yang jatuh di  hari sabtu sore, tepatnya tanggal 07 Desember 2013. Teringat berbagai rintangan yang telah kulalui di beberapa bulan yang lalu.
Tepatnya empat bulan yang lalu ku berangkat untuk memperjuangkan masa depanku, untuk melanjutkan pendidikan, mendaftar di sebuah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia Timur “UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR“ yang bisa menopangku untuk lebih dekat dengan cita – citaku. 08 Agustus menjadi penentuan akankah saya lanjut keperguruan tinggi  negeri atau tidak, pengumuman SBMPTN yang tesnya telah dilaksanakan sebulan yang lalu. Pukul 00.09 pengumuman sudah bisa kita lihat di internet dan dikoran baru bisa di lihat pada pukul 00.08 esok pagi. Dengan rasa yang menggebu dan rasa percaya diri yang  tinggi bahwa saya akan lulus di jalur ini karena saya telah melakukan yang terbaik waktu tes, sayapun segera  online  dan membuka pengumuman , pass melihat pengumuman ternyata kata apa yang saya dapat  “ maaf ANDA BELUM DINYATAKAN LULUS”  perasaanku hancur, remuk kayak piring pecah yang jatuh dari ketinggian yang sangat – sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana hancurnya piring itu jika jatuh dari ketinggian, yaah kurang lebih seperti itulah gambaran suasana hati saya saat itu.

Terlebih lagi setelah mendengar  pengumuman bahwa jalur  selanjutnya masih ada, akan tetapi dengan pembayar SPP yang menurut saya sangat tinggi, susah tercapai oleh ekonomi keluargaku.  Setelah melihat pengmuman ini saya sudah mempersiapkan diri untuk menunda dan mengubur keinginanku kuliah tahun ini, dan lanjut  tahun depan. Banyak yang menyarankan untuk ikut sekali lagi di jalur ketiga yaitu jalur MANDIRI, tetapi pembayaran SPP seperti cambuk  yang membuatku down dan tidak bisa bangkit untuk  mencoba lagi.

Memandangi gambar bangunan Gedung Phinisi seolah mengirisku, membuatku harus memaksakan diri untuk menerima kenyataan  saya tidak bisa lanjut di kampus yang sudah menjadi cita – citaku  sejak kelas 3 SMK. Browsing soal – soal untuk mencari tahu dimana kesalahan saya saat tes untuk bekal tes tahun depan saya lakukan sesegera mungkin , tapi di tengah – tengah pencarian soal, saya melihat postingan tentang pendaftaran lajur mandiri “ BIDIKMISI” yang masih terbuka. BIDIKMISI tidak asing lagi karena sudah sering saya dengar dan di  jelaskan oleh beberapa teman yang mendaftar  beasiswa ini.  Sayapun segera mencari tahu cara pendaftarannya, syarat – syarat yang diperlukan untuk pendaftaran ini, setelah lengkap sayapun ke BAAK lantai dua gedung phinisi sesuai instruksi yang di cantumkan dalam website resmi UNM dan membawa berkas – berkas yang diminta.

Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di gedung baru ini, dengan perasaan yang campur aduk seperti es teler saya menegarkan diri, mempertegas langkah dan meyakinkan bahwa saya harus melakukan yang terbaik. Melihat tulisan di sebuah pintu di depan loket yang sudah dipadati puluhan atau mungkin ratusan orang “RUANG PELAYANAAN BEASISWA – PENDAFTARAN JALUR MANDIRI BIDIKMISI“ yang berarti di depan pintu inilah saya harus antri untuk mendapat PIN pendaftaran,  dengan sesegera mungkin sayapun masuk antrian panjang dan melelahkan. Seharian menunggu ternyata tak membuahkan hasil karena jam sudah menujukkan pukul  05.00 yang berarti  teswawancara untuk pengambilan PIN hari itu berakhir dan dilanjutkan besok tapi tak menyurutkan langkahku.

Keesokan harinya satu jam sebelum teswawancara dimulai saya sudah ada di depan pintu, siap mengantri, tanpa menunggu lama sayapun mendapat giliran pada hari itu, saya sangat bersyukur dan segera pulang untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tertulis  dan teswawan cara yang akan diadakan satu minggu yang akan datang.

Mengerjakan soal – soal  dan menjawab pertanyaan pada saat tes wawan cara dengan sebaik mungkin,  pokoknya memberikan yang terbaik  dan berharap mendapat yang terbaik pula. Karena  indah itu bukan saat mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi indah itu saat kita masih bisa melakukan yang terbaik.

Setelah tes dilaksanakan perasaan tegang mulai berdatangan lagi. Dan 2 minggu setelah tes barulah pengumuman akan disampaikan, seperti biasanya malam pukul 00.09 pengumuman sudah bisa dilihat, tetapi sebelum melihat pengumuman saya harus meyakinkan diri bahwa saya di terima di UNIVERSITAS NEGERI ini. Tapi satu pesan masuk dari teman saya yang mengabarkan nama saya ada di pengumuman kelulusan, “luluski jalur mandiri BIDIKMISI pembayaran SPP Rp.0 di jurusan Pendidikan Akuntansi – jenjang S1” persis seperti ini pesan yang masuk saat itu. Tapi saya tidak langsung percaya sebelum saya melihatnya langsung, dan ternyata iya, kata – kata itu, ucapan selamat itu, ucapan yang selalu saya tunggu tertera di layar komputer. (SELAMAT ANDA  dengan nomor pendaftaran (xxxxxxxx) DINYATAKAN LULUS, DENGAN UKT RP.0/ SEMESTER, PRODI. PENDIDIKAN AKUNTANSI jenjang S1), rasa syukur dan bahagia itu saya rasakan seakan melambung tinggi, mungkin seperti perasaan teman – teman yang lain yang melihat hasil pengumuman seperti ini. 

Pengumuman di Koran yang kulihat di keesokan harinya kembali melambungkan perasaan senangku, SAYA urutan kesekian dari kesekian pendaftar “BIDIKMISI”, saya lulus sebagai peserta “BIDIKMISI”.  Kesyukuran yang sangat luar biasa, saya bisa langsun melakukan pendaftaran ulang tanpa harus meminta uang pembayaran UKT dari kedua orang tua saya , tanpa harus ke Bank untuk melakukan pembayaran dulu, langsung ikut antrian panjang, dan memasukkan berkas.

Siapa, dari mana, dan bagimanapun PROGRAM PEMERINTAH tentang BIDIKMISI, kami penerima BEASISWA ini sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada siapapun yang menyelennggarakannya, kepada semua pihak yang bersangkutan tentang program ini. Kami merasa sangat beruntung, sangat luar biasa diberi dana pendidikan, diberi kepercayaan bahwa kami bisa mempertanggung jawabkan dana ini, diberi apresiasi atas prestasi yang kita miliki.
Sebelumnya saya berfikir Allah tidak adil, Allah tidak pernah mendengar doa saya, mengapa saya tidak lulus dalam dua kali seleksi perguruan tinggi.  Tapi SUBHANAALAH, ternyata banyak hal yang tidak kita ketahui dari apa yang kita alami, dua kali menelan pil pahit dari ketidak lulusan sekarang saya menerima hal yang luar biasa, bebas dari UKT, dan SPP serta mendapatkan dana bantuan setiap bulannya, ternyata hikmah dari ketidak lulusan saya sebelumnya.
Belum lagi ada kegiatan khusus dari BIDIKMISI, “soft skills” nama kegiatannya. Dibimbing dan diarahkan oleh orang – orang yang luar biasa, bersama teman – teman penerima Beasiswa BIDIKMISI lainnya yang tidak kalah luar biasanya.
Diberi materi dan pencerahan yang membuat saya seperti didorong, ditarik dan semacamnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi orang yang lebih bisa berguna untuk orang lain, lebih rajin belajar,  lebih optimis, lebih percaya diri, lebih dan lebih lagi dari sebelumnya.


Setelah kegiatan SOFT SKILL, saya baru tahu cita – cita yang kita miliki harus dituliskan, harus selalu kita ingat, harus selalu optimis dalam menempuh jalan untuk menggapainya. Dalam perjalan untuk menggapai cita – cita kita ada banyak masalah yang akan kita hadapai, tapi jangan fokus pada masalahnya tapi tetap fokus pada tujuan kita, pada cita –cita kita.
Langkah awal yang saya lakukan setelah mengikuti “soft skill” adalah menuliskan cita – cita saya, menulis perencanaan belajar dan membuat target – target yang ingin saya capai pada setiap bulannya. Kemudian membuat surat pernyaaan untuk tidak melanggar peraturan yang sudah saya buat, memberi hadiah kepada diri saya sendiri jika saya berhasil mencapai target yang telah saya planning untuk saya capai. Terdengar sangat konyol, dan mungkin jika dibaca orang lain akan di tertawai, tapi ini menjadi hoby baru saya, dan ini menyenangkan.
Salah satu target saya bulan ini adalah mempublikasikan karya tulis saya pada sebuah blog yang, mungkin akan membosankan atau tidak ada menarik – menariknya  untuk orang lain baca, tapi ini sudah menjadi target saya dan saya harus mewujudkannya jika memang bisa dan saya jadikan sebagai langkah awal untuk saya terus menulis dan memposting tulisan – tulisan sederhana saya.
Bemimpi, bermimpi tanpa ada usaha untuk mencapai mimpi itu sama saja, tapi pasti setiap kita bermimpi kita seperti termotivasi untuk mencapai mimpi itu, maka BERMIMPILAH karena dengan bermimpi akan muncul harapan. Bermimpilah karena dengan bermimpi kekuatan akan hadir, bermimpilah karena mimpi akan menyinari hatimu bagai mentari, menuntunmu kejalan yang benar, serta memberimu keberanian untuk melangkah maju.

*Karya: Mahasiswi Bidikmisi Pendidikan Akuntansi 2013



Share:

Tentang Kami

Wadah mahasiswa Bidikmisi UNM untuk saling berkreasin berinovasi dan tentunya menginspirasi.
Ayo kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Arsip

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Hubungan Masyarakat IKBIM UNM Periode 2018-2019

Theme Support