Sabtu, 14 Desember 2013

Berawal dari Training SOFT SKILLS Bidikmisi

Memperhatikan  butiran – butiran air hujan yang jatuh di  hari sabtu sore, tepatnya tanggal 07 Desember 2013. Teringat berbagai rintangan yang telah kulalui di beberapa bulan yang lalu.
Tepatnya empat bulan yang lalu ku berangkat untuk memperjuangkan masa depanku, untuk melanjutkan pendidikan, mendaftar di sebuah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia Timur “UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR“ yang bisa menopangku untuk lebih dekat dengan cita – citaku. 08 Agustus menjadi penentuan akankah saya lanjut keperguruan tinggi  negeri atau tidak, pengumuman SBMPTN yang tesnya telah dilaksanakan sebulan yang lalu. Pukul 00.09 pengumuman sudah bisa kita lihat di internet dan dikoran baru bisa di lihat pada pukul 00.08 esok pagi. Dengan rasa yang menggebu dan rasa percaya diri yang  tinggi bahwa saya akan lulus di jalur ini karena saya telah melakukan yang terbaik waktu tes, sayapun segera  online  dan membuka pengumuman , pass melihat pengumuman ternyata kata apa yang saya dapat  “ maaf ANDA BELUM DINYATAKAN LULUS”  perasaanku hancur, remuk kayak piring pecah yang jatuh dari ketinggian yang sangat – sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana hancurnya piring itu jika jatuh dari ketinggian, yaah kurang lebih seperti itulah gambaran suasana hati saya saat itu.

Terlebih lagi setelah mendengar  pengumuman bahwa jalur  selanjutnya masih ada, akan tetapi dengan pembayar SPP yang menurut saya sangat tinggi, susah tercapai oleh ekonomi keluargaku.  Setelah melihat pengmuman ini saya sudah mempersiapkan diri untuk menunda dan mengubur keinginanku kuliah tahun ini, dan lanjut  tahun depan. Banyak yang menyarankan untuk ikut sekali lagi di jalur ketiga yaitu jalur MANDIRI, tetapi pembayaran SPP seperti cambuk  yang membuatku down dan tidak bisa bangkit untuk  mencoba lagi.

Memandangi gambar bangunan Gedung Phinisi seolah mengirisku, membuatku harus memaksakan diri untuk menerima kenyataan  saya tidak bisa lanjut di kampus yang sudah menjadi cita – citaku  sejak kelas 3 SMK. Browsing soal – soal untuk mencari tahu dimana kesalahan saya saat tes untuk bekal tes tahun depan saya lakukan sesegera mungkin , tapi di tengah – tengah pencarian soal, saya melihat postingan tentang pendaftaran lajur mandiri “ BIDIKMISI” yang masih terbuka. BIDIKMISI tidak asing lagi karena sudah sering saya dengar dan di  jelaskan oleh beberapa teman yang mendaftar  beasiswa ini.  Sayapun segera mencari tahu cara pendaftarannya, syarat – syarat yang diperlukan untuk pendaftaran ini, setelah lengkap sayapun ke BAAK lantai dua gedung phinisi sesuai instruksi yang di cantumkan dalam website resmi UNM dan membawa berkas – berkas yang diminta.

Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di gedung baru ini, dengan perasaan yang campur aduk seperti es teler saya menegarkan diri, mempertegas langkah dan meyakinkan bahwa saya harus melakukan yang terbaik. Melihat tulisan di sebuah pintu di depan loket yang sudah dipadati puluhan atau mungkin ratusan orang “RUANG PELAYANAAN BEASISWA – PENDAFTARAN JALUR MANDIRI BIDIKMISI“ yang berarti di depan pintu inilah saya harus antri untuk mendapat PIN pendaftaran,  dengan sesegera mungkin sayapun masuk antrian panjang dan melelahkan. Seharian menunggu ternyata tak membuahkan hasil karena jam sudah menujukkan pukul  05.00 yang berarti  teswawancara untuk pengambilan PIN hari itu berakhir dan dilanjutkan besok tapi tak menyurutkan langkahku.

Keesokan harinya satu jam sebelum teswawancara dimulai saya sudah ada di depan pintu, siap mengantri, tanpa menunggu lama sayapun mendapat giliran pada hari itu, saya sangat bersyukur dan segera pulang untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tertulis  dan teswawan cara yang akan diadakan satu minggu yang akan datang.

Mengerjakan soal – soal  dan menjawab pertanyaan pada saat tes wawan cara dengan sebaik mungkin,  pokoknya memberikan yang terbaik  dan berharap mendapat yang terbaik pula. Karena  indah itu bukan saat mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi indah itu saat kita masih bisa melakukan yang terbaik.

Setelah tes dilaksanakan perasaan tegang mulai berdatangan lagi. Dan 2 minggu setelah tes barulah pengumuman akan disampaikan, seperti biasanya malam pukul 00.09 pengumuman sudah bisa dilihat, tetapi sebelum melihat pengumuman saya harus meyakinkan diri bahwa saya di terima di UNIVERSITAS NEGERI ini. Tapi satu pesan masuk dari teman saya yang mengabarkan nama saya ada di pengumuman kelulusan, “luluski jalur mandiri BIDIKMISI pembayaran SPP Rp.0 di jurusan Pendidikan Akuntansi – jenjang S1” persis seperti ini pesan yang masuk saat itu. Tapi saya tidak langsung percaya sebelum saya melihatnya langsung, dan ternyata iya, kata – kata itu, ucapan selamat itu, ucapan yang selalu saya tunggu tertera di layar komputer. (SELAMAT ANDA  dengan nomor pendaftaran (xxxxxxxx) DINYATAKAN LULUS, DENGAN UKT RP.0/ SEMESTER, PRODI. PENDIDIKAN AKUNTANSI jenjang S1), rasa syukur dan bahagia itu saya rasakan seakan melambung tinggi, mungkin seperti perasaan teman – teman yang lain yang melihat hasil pengumuman seperti ini. 

Pengumuman di Koran yang kulihat di keesokan harinya kembali melambungkan perasaan senangku, SAYA urutan kesekian dari kesekian pendaftar “BIDIKMISI”, saya lulus sebagai peserta “BIDIKMISI”.  Kesyukuran yang sangat luar biasa, saya bisa langsun melakukan pendaftaran ulang tanpa harus meminta uang pembayaran UKT dari kedua orang tua saya , tanpa harus ke Bank untuk melakukan pembayaran dulu, langsung ikut antrian panjang, dan memasukkan berkas.

Siapa, dari mana, dan bagimanapun PROGRAM PEMERINTAH tentang BIDIKMISI, kami penerima BEASISWA ini sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada siapapun yang menyelennggarakannya, kepada semua pihak yang bersangkutan tentang program ini. Kami merasa sangat beruntung, sangat luar biasa diberi dana pendidikan, diberi kepercayaan bahwa kami bisa mempertanggung jawabkan dana ini, diberi apresiasi atas prestasi yang kita miliki.
Sebelumnya saya berfikir Allah tidak adil, Allah tidak pernah mendengar doa saya, mengapa saya tidak lulus dalam dua kali seleksi perguruan tinggi.  Tapi SUBHANAALAH, ternyata banyak hal yang tidak kita ketahui dari apa yang kita alami, dua kali menelan pil pahit dari ketidak lulusan sekarang saya menerima hal yang luar biasa, bebas dari UKT, dan SPP serta mendapatkan dana bantuan setiap bulannya, ternyata hikmah dari ketidak lulusan saya sebelumnya.
Belum lagi ada kegiatan khusus dari BIDIKMISI, “soft skills” nama kegiatannya. Dibimbing dan diarahkan oleh orang – orang yang luar biasa, bersama teman – teman penerima Beasiswa BIDIKMISI lainnya yang tidak kalah luar biasanya.
Diberi materi dan pencerahan yang membuat saya seperti didorong, ditarik dan semacamnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi orang yang lebih bisa berguna untuk orang lain, lebih rajin belajar,  lebih optimis, lebih percaya diri, lebih dan lebih lagi dari sebelumnya.


Setelah kegiatan SOFT SKILL, saya baru tahu cita – cita yang kita miliki harus dituliskan, harus selalu kita ingat, harus selalu optimis dalam menempuh jalan untuk menggapainya. Dalam perjalan untuk menggapai cita – cita kita ada banyak masalah yang akan kita hadapai, tapi jangan fokus pada masalahnya tapi tetap fokus pada tujuan kita, pada cita –cita kita.
Langkah awal yang saya lakukan setelah mengikuti “soft skill” adalah menuliskan cita – cita saya, menulis perencanaan belajar dan membuat target – target yang ingin saya capai pada setiap bulannya. Kemudian membuat surat pernyaaan untuk tidak melanggar peraturan yang sudah saya buat, memberi hadiah kepada diri saya sendiri jika saya berhasil mencapai target yang telah saya planning untuk saya capai. Terdengar sangat konyol, dan mungkin jika dibaca orang lain akan di tertawai, tapi ini menjadi hoby baru saya, dan ini menyenangkan.
Salah satu target saya bulan ini adalah mempublikasikan karya tulis saya pada sebuah blog yang, mungkin akan membosankan atau tidak ada menarik – menariknya  untuk orang lain baca, tapi ini sudah menjadi target saya dan saya harus mewujudkannya jika memang bisa dan saya jadikan sebagai langkah awal untuk saya terus menulis dan memposting tulisan – tulisan sederhana saya.
Bemimpi, bermimpi tanpa ada usaha untuk mencapai mimpi itu sama saja, tapi pasti setiap kita bermimpi kita seperti termotivasi untuk mencapai mimpi itu, maka BERMIMPILAH karena dengan bermimpi akan muncul harapan. Bermimpilah karena dengan bermimpi kekuatan akan hadir, bermimpilah karena mimpi akan menyinari hatimu bagai mentari, menuntunmu kejalan yang benar, serta memberimu keberanian untuk melangkah maju.

*Karya: Mahasiswi Bidikmisi Pendidikan Akuntansi 2013



Share:

0 comments:

Posting Komentar

KEGIATAN KAMI

Tentang Kami

Wadah mahasiswa Bidikmisi UNM untuk saling berkreasin berinovasi dan tentunya menginspirasi.
Ayo kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Arsip

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM Periode 2017-2018

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Theme Support