Sabtu, 21 Desember 2013

-Jalan Bahagia-

Masih tergambar jelas dalam memori bagamaina kecewa memenuhi seluruh ruang yang ada di hati saat pengumuman SBMPTN lalu. Tapi raut kekecewaan jauh tergambar lebih jelas di wajah Ibu kala itu, harapan untuk melihat anak bungsunya berkuliah di Perguruan Tinggi terfavorit di Indonesia Timur pupus sudah karena dalam pengumuman tersebut saya dinyatakan TIDAK LULUS di PTN manapun.

                Yang bisa saya lakukan hanya diam seribu hahasa melihat pengumuman tersebut dan sibuk mengutuki diri saya sendiri dalam hati. Saya menyalahkan diri saya sendiri, ini semua karena saya tidak belajar dengan maksimal dan terlalu menganggap remeh tes-tes yang akan dilewati untuk terdaftar sebagai mahasiswi di PTN. Padahal Ibu sudah berulang kali menganjurkan dan bahkan memintaku untuk mengikuti bimbingan belajar khusus untuk masuk di PTN tapi tetap saja saya tidak mengindahkannya dan lebih asyik melakukan aktivitas aktivitas lain. Saya sangat kecewa kepada diri saya sendiri karena ketidaklulusan ini adalah sebuah hambatan besar untuk menggapai cita-cita saya dan terlebih lagi karena saya tidak bisa memenuhi keinginan Ibu.

                Ibu berusaha menutupi kekecewaannya karena tidak ingin melihat saya jauh lebih sedih lagi tapi tetap saja Ibu tak cukup lihai untuk menyembunyikannya. Di saat seperti ini saya hanya bisa mengurung diri dalam kamar, saya meringkuk untuk waktu yang cukup lama di dalam sana sampai akhirnya kakak saya datang dan berusaha menenangkan saya dengan ucapannya yang mendadak bijak  “Ini bukan akhir segalanya, di balik kegagalan pasti ada hikmah yang Allah SWT selipkan begitupun dengan pelajaran. Mungkin ini cobaan untukmu sebab Allah SWT ingin melihat usahamu untuk mewujudkan apa yang telah menjadi keinginanmu, atau mungkin juga teguran agar kamu tidak terlalu banyak main dan lebih fokus memikirkan masa depanmu”.

                Cukup singkat memang, tapi kata kata itu seperti suntikan darah segar bagiku. Saya menalaah perkataan itu baik baik dan menghayati maknanya. Ya mungkin Allah SWT ingin melihat usaha dan keseriusanku saya tidak boleh menyerah! Sama sekali tidak boleh untuk Ibu, Kakak dan semua orang yang menyayangiku. Saya segera bangkit dari tempat tidur dan menyalakan Laptop untuk mencari informasi mengenai beberapa PTS yang mungkin bisa saya daftari.

                Setelah membuka beberapa situs di internet, saya tidak cukup yakin bisa ikut mendaftarkan diri di PTS karena biaya per semesternya cukup mahal bagi saya belum lagi biaya hidup saya nantinya. Saya tidak mau menyusahkan Ibu dan kakak-kakakku karena kondisi ekonomi keluarga kami memang sedang kurang baik. Saya mulai berfikir keras bagaimana caranya agar saya melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Bersamaan dengan kebingungan yang berputar-berputar dikepala saya, sebuah pesan singkat masuk di HandPhone saya, ternyata itu adalah pesan dari salah seorang sahabat saya. Bak dicinta ulam pun tiba, pesan singkat tersebut membawa solusi bagi kebingungan yang menderaku saat itu. Sahabat saya itu mengajak saya untuk mendaftar di Universitas Negeri Makassar melalui jalur mandiri dan juga mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa Bidik Misi.

source: thewaytohappiness.org

                Dan akhirnya setelah mengikuti beberapa rangkain tes dan wawancara saya dinyatakan lulus dan resmi menjadi salah satu mahasiswi pada program studi Pendidikan Bahasa & Sastra Daerah dan sebagai penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Negeri Makassar. Inilah jalan bahagia yang sudah disiapkan Allah SWT untukku meskipun untuk sampai disini ada begitu banyak sekali kerikil kerikil tajam yang harus saya singkirkan sebelum dinyatakan lulus. Mulai dari berkas administrasi yang tidak lengkap saat wawancara  calon penerima beasiswa Bidik Misi, beruntunglah salah satu kakak saya bersedia mengantarkan berkas tersebut ke Makassar jadi saya tidak harus kembali lagi ke kampung, mendapatkan pin yang ternyata sudah dipakai oleh orang lain sehingga saya harus kembali lagi ke Makassar untuk mengurusnya kembali, menginap di asrama organisasi daerah saya karena tidak tahu harus menumpang dimana untuk mengikuti tes yang berlansung selama dua hari, sampai lokasi tes yang terpencil membuat saya harus berputar berkali-kali di Jalan Raya Pendidikan sebelum akhirnya saya berhasil menemukannya. Tapi saya bersyukur bisa menyingkirkan segala kerikil yang bisa menghambat jalan kesuksesan saya. Saya belajar satu hal disini bahwa terkadang untuk mendapatkan hal indah kita harus melewati perjalanan yang tidak mudah. Allah SWT telah menyiapkan jalan bahagia untuk setiap ummatnya bahkan sebelum dia menciptaka-Nya. Dan sebagai ummat kita hanya perlu mencari jalan bahagia tersebut. Jangan mudah menyerah karena mungkin saja Allah SWT merangkai perjalanan-perjalanan pahit  sebelum akhirnya kita sampai pada jalan bahagia tersebut. Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima Beasiswa Bidik Misi karena dengan Beasiswa ini saya bisa melanjutkan kuliah tanpa harus merepotkan orang tua dikampung, semoga saya bisa memanfaatkannya dengan baik. Aamiin ..

Terima Kasih Bidik Misi, dan Terima Kasih Universitas Negeri Makassar ..


*Karya : NUR ARISKA AULIAH (Pend. Bahasa Dan Sastra Daerah Bugis UNM 2013)
Share:

0 comments:

Posting Komentar

KEGIATAN KAMI

Tentang Kami

Wadah mahasiswa Bidikmisi UNM untuk saling berkreasin berinovasi dan tentunya menginspirasi.
Ayo kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Arsip

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM Periode 2017-2018

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Theme Support