Senin, 30 Desember 2013

Jangan Menyerah, Sebelum Berusaha

Thanks Bidikmisi
Saya hanyalah seorang anak dari sebuah keluarga sederhana yang bisa dikatakan masih jauh dari berkecukupan. Maka dari itu meskipun saya memiliki cita-cita, namun kadang saya merasa takut untuk memikirkannya. Hingga saat akhir dari masa-masa SMA dan saat dimana perguruan-perguruan tinggi membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Dan di saat itulah saya merasa sangat bimbang akan langkah yang akan saya tempuh, di satu sisi saya sangat ingin lanjut ke perguruan tinggi dan menggapai cita-citaku tapi, di satu sisi lain saya juga tidak tega untuk meminta biaya kepada orang tua untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi. Dan di saat itulah saya dinasehati oleh seorang guru yang tidak lain adalah wali kelasku, yakni ibu Ernawati s.pd. beliau menasehatiku bahwa jika memang benar-benar ingin menggapai cita-cita, maka jangan menjadikan keadaan keluarga sebagai alasan untuk menyerah akan cita-cita itu. Tapi cobalah untuk berusaha karna sebagaimana pepatah mengatakan "dimana ada kemauan disitu ada jalan".

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mencoba mendaftar di jalur SNMPTN dan juga BIDIKMISI yang  saat itu saya bersama teman- teman saya mencari info-info tentang pendaftaran BIDIKMISI itu dan mendaftar. Hingga tibalah saat pengumuman SNMPTN tanggal 27 mei 2013, yang saat itu bertepatan dengan pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) di sekolah saya. Dan saya pun sangat bersyukur karna ternyata saya mendapat nilai UN tertinggi di sekolah saya (SMAN 1 Tomoni). Namun kekecewaan terbesar juga saya alami hari itu, karna ternyata saat pengumuman SNMPTN saya tidak lulus. Rasa kecewa, sedih, marah, dan juga  bingung pada hari itu. Karena lulus dari SNMPTN dan bisa diterima sebagai mahasiswa bidikmisi adalah satu-satunya harapan saya. Karena ketika saya tidak lulus dari SNMPTN maka saya harus ikut tes SBMPTN yang dalam pikiran saya tidak akan mungkin diizinkan oleh kedua orang tua saya. Hari itu saya langsung menghadap ke kepala sekolah dan bertanya kenapa saya bisa tidak lulus SNMPTN padahal ketika saya mengikuti sosialisasi SNMPTN dari salah satu Guru besar Universitas Hasanudidin (UNHAS) yakni Prof. DR. dr. Idrus Patursi M.Sc beliau mengatakan bahwa salah satu syarat untuk diterima SNMPTN dan BIDIKMISI adalah nilai Ujian Nasional. Namun kepala sekolah saya hanya mengatakan bahwa mungkin masih ada siswa dari sekolah lain yang memilki nilai lebih tinggi yang masuk di prodi yang sama dengan yang saya pilih yakni Pend. Bahasa inggris. Saya sangat dan teramat sangat kecewa. Saya menangis. Namun orang tua saya yang mengetahui saya tidak lulus SNMPTN dengan bijaksana beliau menasehati saya bahwa mungkin ini belum menjadi rezeki  saya dan beliau mengizinkan saya untuk ikut mendaftar di jalur SBMPN.

Atas saran dari salah seorang guru saya yakni ibu Nurmiyanti s.pd beliau menyarankan kepada saya untuk memilih jurusan lain karna mungkin jurusan Pend. Bahasa inggris terlalu tinggi peminatnya. Akhirnya saya mencoba untuk memilih jurusan lain yakni Pend. Fisika kelas internasional (Bilingual) sebagai pilihan pertama dan Pend. Bahasa inggris sebagai pilihan kedua. Meskipun saya merasa sangat tidak yakin, namun saya tetap mencoba karna saya berfikir tidak ada salahnya untuk mencoba dan jika memang saya tidak lulus lagi di jalur SBMPTN saya pun pasrah mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik untuk saya. Akhirnya tiba saat ujian SBMPTN. Saya bersama teman-teman saya yang juga mengikuti tes menempuh perjalanan 12 jam dari Tomoni ke Makassar ditambah lagi saya dalam keadaan sakit. Ketika mengikuti tes tidak ada yang saya pikirkan kecuali hanya berdoa dan pasrah semoga saya bisa mengingat semua pelajaran-pelajaran yang telah saya pelajari dan bisa menjawab soal-soal ujian itu sehingga saya bisa diterima di perguruan tinggi yang sangat saya inginkan yakni Universitas Negeri Makassar.

source image: dauznyel1.blogspot.com

Tibalah saat pengumuman hasil ujian SBMPTN tanggal 8 juli 2013 pukul 19.00 wita. Saya bersama teman saya pergi ke warnet untuk melihat pengumuman itu. Sebelum saya berangkat  melihat hasil pengumuman itu saya bilang  pada ibu saya bahwa jika saya tidak lulus lagi di jalur ini maka saya akan berhenti karna saya tahu kalau jalur mandiri sangat mahal. Namun ibu ku dengan tenang menjawab ‘ anakku,kamu pasti lulus’ entah apa yang membuat ibu saya begitu yakin akan itu. Dengan perasaan takut dan berdebar-debar saya pergi ke warnet dan disana telah berkumpul teman-teman seangkatan saya. Subhanallah..!!  saya terasa melayang ketika melihat hasil pengumuman yang ada di monitor di hadapan saya. Kalimat "Selamat  Dewi Lestari dengan nomor pendaftaraan xxxxx dinyatakan lulus di Universitas Negeri Makassar prodi Pend. Fisika kelas internasional ( Bilingual)".  Rasa syukur dan rasa terima kasih serta bangga saya rasakan saat itu. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah serta semua pihak yang telah menyediakan beasiswa BIDIKMISI ini. Karna berkat Bidikmisi saya bisa belajar di perguruan tinggi negeri yang sangat saya idam-idamkan yakni Universitas Negeri Makassar. Berkat Bidikmis pula saya bisa bertemu dengan orang-orang yang hebat dan luar biasa. Dan juga mendapat keluarga baru yakni keluarga besar Bidikmisi. Semoga ini adalah langkah awal saya untuk mencapai kesuksesan.

jangan berputus asa ketika mengalami kegagalan dan  kesulitan, tapi anggaplah itu sebagai tantangan untuk menjadi lebih baik”

road to success is always open for anyone who want to try


*Karya: Lestari Dewi (International Class Program of Physics. FMIPA Makassar State University)




Share:

0 comments:

Posting Komentar

Navigation Menu

About me

Kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Search

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support