Jumat, 03 Januari 2014

DEAR BIDIKMISI

            Terima kasih karena berkatnya saya dapat lanjut ke perguruan tinggi, tadinya saya berencana untuk mencari kerja, tapi ternyata dari sekolah memberi kabar bahwa saya mendapat beasiswa bidik misi dari universitas berkat nilai saya pada semester 3,4,5,dan 6 saya sangat bersyukur sekali. Hari itu saya di suruh untuk mencari susrat keterangan tidak mampu di kecamatan, bersama teman-teman saya yang lainnya saya mengurus ke kecamatan, KTP-pun belum punya hari itu jadi semuanya rasanya rempong banget ngurusnya. Hari itu juga disuruh foto rumah ma foto keluarga. Tapi Alhamdulillah semuanya beres dengan cepat. Menunggu hasil itu lam, tiba pengumuman dan mengetahui saya tidak lulus jalur undangan bidik misi rasanya hancur banget, padahal dah susah payah ngurusnya.

Rasanya kecewa banget, dah patah semangat banget waktu itu, nutup kamar dan nangis sendiri, ibu saya datang katanya masih ada jalur yang laen meskipun itu harus membayar uang semester, tapi saya kepikiran apa ibu saya bisa biayain atau tidak , karena adik saya juga semuanya dah pada sekolah jadinya beban orang tua saya pasti bertambah, rasanya sedih banget.

            Telpon bordering. Dari guru saya yang mengurus pendaftaran bidik misis di sekolah, katanya bagi yang tidak lulusmasih ada jalur lain, rasanya ada sedikit pencerahan dalam hati ini, rasa legah yang waw banget, dengan cepat saya memberi tahu ibu saya bahwa masih ada jalur untuk bidik misi, keesokan harinya saya kesekolah dan mendaftar lagi. Kata guru saya, saya harus belajar karena jalur kedua ini lewat tes, hari itu guru saya memberikan saya tanda peserta saya, saya mngikuti tes di jalan andi tonro,Makassar mana saya tahu jalannya. Ke Makassar saja tidak pernah hehehehe pikirku dalam hati. Kebutulan sepupu saya yang kuliah di jurusan MIPA UNM mau mengantar saya untuk ujian.

            Alhamdulillah dukungan dari semuanya sangat berharga dari orang tua dan keluarga saya, selama  hari ikut ujian sepupu saya selalu menemani saya. Tiba saat pengumuman saya tidak tahu apa saya lulus atau tidak, saat itu saya hanya duduk merenungi bagaimana jika saya tidak lulus lagi , telpon berbunyi, sms masuk, dari sepupu saya yang juga penerima bidik misi, dia mengatakan bahwa saya lulus, betapa bahagianya mengetahui hal itu, terdengar suara motor dari depan rumah, dengan cepat saya berlari, belum sampai orang tua saya turun dari motornya saya sudah teriak bahwa saya lulus bidik misi, meskipun saya lulusnya di PGSD Parepare, itu sudah cukup banget meringankan beban orang tua saya, pikirku mereka tidak akan pusing lagi dengan biaya kuliah saya nantinya, mereka tidak akan pusing lagi dengan biaya sehari-hari saya.

            Tapi masalah tidak sampai disitu saja, bapak saya mengatakan bahwa beliau tidak bisa mengantar saya untuk pendaftaran ulang, sepupu-sepupu saya pun tidak bisa karena mereka juga punya urusan sendiri. Saya sudah bingun dengan yang terjadi, apakah semua yang telah saya perjuangkan berakhir sampai disini,padahla saya tahu bahwa saya telah lulus, tapi tak ada yang bisa mengantar saya ke Makassar untuk pendaftaran ulang. Sedih rasanya bapak saya berbicara seperti itu, karena tuntutan kerjanya pula beliau tidak bisa mengurus saya apalagi waktu itu musim menanam padi.

            Saya memberi tahu teman saya, bisa dibilang senior saya di SMA, ternyata dia mau mengantar saya, saya pun memberi tahu ibu dan bapak saya, bahwa ada senior saya yang mau mengantar saya untuk mengurus pendaftaran ulang di Makassar, senang rasanya, rasanya sangatlah legah, terlihat pula senyumdari kedua orang tua saya, senyum tanpa beban yang membuat orang saya merasa ringan tanpa memikirkan biaya kuliah saya.

            Belum sampai di situ, saya dan teman-teman bidik misi lainnya masih harus mengurus pembuatan buku rekening yang nantinya dipakai untuk menerima dana bisik misi tersebut, saat buku telah jadi, di depan bank BRI Makassar bagaikan lautan manusia yang mengantri hari pertama saya buku rekening saya katanya dibawa pulang oleh petugas yang mengurus, hari kedua penerima masih banyak yang menunggu di depan bank, kebetulan di spesialkan karena saya bidikmisi parepare, jadinya dipercepat.

            Setelah mendapat buku dan kartu ATM BRI bergambar sweety rasanya senang banget, pas di coba di ATM kartunya belum aktif, keesokan harinya saya ke Makassar lagi untuk mengaktifkan kartu saya, karena kata kk tiar Cuma bisa diaktifkan sama bank yang ngurus ATM itu, sampai-sampai mba yang ngurus pembagian bidik misi kemarin dah kenal wajah saya saking bermasalahnya pembagian rekening kemarin. Dan Alhamdulillah semuanya dah beres.


            Tapi karena saya penerima bidik misi baru saya sering naik ke Makassar untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan bidik misi. Seperti halnya ngurus buku rekening baru karena hari itu katanya ada buku tabungan baru untuk bidik misi, juga waktu pertemuan antar bisik misi se-Universitas di Amanagappa. Tapi Alhamdulillah lagi berkat bidik misi saya tidak membuat orang tua saya pusing dengan biaya kuliah saya, terima kasih bidik misi, saya akan belajar lebih keras lagi untuk mencapai cita-cita saya, untuk membahagiakan orang tua saya.






*Karya : Nurhikmah (Mahasiswi Bidikmisi PGSD UNM Parepare)
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Navigation Menu

About me

Kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Search

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support