Rabu, 01 Januari 2014

Perjuangan Panjang Hingga Saya Bisa Kuliah

Assalamu alaikum wr. Wb
Awalnya, pada saat saya masih SMA saya mendengar info dari guru saya, bahwa yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi tapi orang tua kalian  tidak mampu membiayai kalian ada program  yang dapat membantu kalian, terus saya bertanya , pak program apa itu? Guru saya menjawab namanya program Bidikmisi. Sepulang  sekolah setelah sampai di rumah saya mengerjakan tugas sambil memikirkan perkataan guru saya tadi tentang program Bidikmisi itu.

Saya ingin mengetahui persyaratan apa saja yang terdapat dalam Bidikmisi itu. Jadi keesokan harinya saya keruangan guru saya yang memberikan info Bidikmisi itu, trus saya bertanya pak sebenarnya apa saja persyaratannya apabila kita ingin masuk Bidikmisi? Persyaratannya yaitu yang paling utama adalah cerdas, berprestasi dan kurang mampu, dan yang hanya bisa masuk Bidikmisi hanya peringkat 1-10. Setelah saya mengetahui persyaratannya saya lebih bersemangat untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi karena kebetulan persyaratan yang di minta dalam program Bidikmisi itu saya termasuk didalamnya. Karena saya ingin sekali melanjutkan sekolah saya ke perguruan tinggi seperti orang-orang, mempunyai ilmu dan wawasan yang lumanyan luas dan saya ingin seperti itu, dan saya berharap sekali untuk kuliah.

Pada saat itu sepulang sekolah saya bercerita kepada orang tua saya dan saya menjelaskan tentang program Bidikmisi itu, kedua orang tua saya tersenyum, ibu saya mengatakan nak kenapa kamu mau melanjutkan sekolah keperguruan tinggi, sedangkan kami tidak bisa membiayaimu, kebutuhan sehari-hari pun kita masih setengah mati apalagi kalau kamu melanjutkan sekolah keperguruan tinggi, kamu tau ongkos perkuliahan itu sangat mahal apalagi kamu maunya kuliah dimakassar, coba kau pikir baik-baik dimana saya bisa mendapatkan uang untuk membiayaimu sedangkan saya tidak punya pekerjaan, dan bapak kamu juga tidak menentu pekerjaannya,  uang  untuk makan pun susah seandainya kita tidak satu rumah dengan nenek kamu mungkin kita tidak makan, kakak kamu itu kuliah karena dia di bantu oleh orang lain  dan tinggal di rumah orang sambil kerja, saya hanya bisa termenung sambil memikirkan semua ini. Dan saya mengatakan kepada ibu saya bu iya saya mengerti dengan keadaan kita ini, tapi tolong beri saya kesempatan untu mendaftar (SNPTN), pendaftaran ini tidak perlu biaya, kata ibu saya yah itu terserah kamu yang penting saya sudah bilang ke kamu kalau saya tidak mampu membiayaimu. Bapak saya bilang sudahlah biarlah dia mencobanya kalau dia mendaftar dan setelah pengumuman nanti dan dia diterima itu rejekinya tapi kalau tidak, tidak apa-apa. Dan keesokan harinya saya kerumah tante saya sekaligus guru saya waktu SMP, dan saya bercerita kepadanya tentang Bidikmisi itu, saya bilang kepadanya bu ( saya panggil ibu kepadanya) ada program Bidikmisi disekolahku, program Bidikmisi itu bisa membiayai orang-orang yang kurang mampu tetapi dengan syarat harus pintar, kata ibu yah itu sangat bagus nak kamu harus ikut program itu kamu harus semangat lagi belajar, tapi bu mama saya tidak yakin dengan hal itu dia khawatir suatu saat nanti saya di terima trus ada pembayaran dia tidak sanggup untuk membayarnya. Jangan khwatir nak semua orang itu mempunyai rezki masing-masing, apa pun yang terjadi nantinya kamu harus  semangat dan jangan pernah putus asah. Ketika tante saya memberikan motivasi kepada saya, saya sangat bersemangat untuk hidup dan lebih giat belajar  karena ini semua untuk keluargsaya sendiri.

Source Image: dataversity.net

Ketika pendaftaran tiba, saya dan teman-teman mendaftar bareng di sekolah, dan pada saat itu saya mencoba memasuki program Bidikmisi. Setelah itu ternyata didalamnya banyak data-data yang harus dilengkapi, dan saya mengikuti persyaratan itu dan melengkapi data-data tersebut. Setelah semuanya selesai saya dan teman-temanku kembali kekelas masing-masing. Sesampai di kelas saya dan teman-temanku bercerita dan menanyakan jurusan apa saja yang mereka pilih, dan tentunya jurusan yang mereka pilih adalah jurusan yang memang di minati oleh mereka, dan begitupun dengan saya, pada saat itu saya memilih jurusan PGSD (UNM), PEND. BIOLOGI (UNM), DAN PEND. AGAMA ISLAM (UIN). Setelah beberapa minggu hasil pengumuman jalur  SNPTN sudah dapat dilihat, dan pada saat itu saya ada dirumah setelah shalat magrib saya pergi  ke warnet untuk mengecek hasilnya setelah saya membukanya ternyata saya tidak di terima, yah saya hanya bisa tersenyum walaupun saya tidak diterima, dan saya mengatakan mungkin saya tidak diterima karena masih ada yang lebih tinggi nilainya dari pada nila  saya dan lebih pantas untuk di terima. Selesai mengecek  saya pulang kerumah, sesampai dirumah nenek saya bertanya bagaimana nak hasilnya kamu di terima ? Saya tersenyum sambil tertawa, saya tidak diterima nek, nenek saya bilang yah tidak apa-apa mungkin di balik semua ini pasti ada hikmahnya, iya nenek saya tetap sabar kok”. Walaupun saya tidak di terima tetapi saya masih semangat belajar , dan waktu itu sudah detik-detik ujian setiap sore saya kerumah teman saya belajar dan saya minta untuk mengajari saya materi yang  belum saya pahami karena dia lebih pintar dari saya, tapi sayang dia juga tidak di terima di jalur SNPTN.

Waktu tak terasa pendaftaran SBMPTN sudah terbuka dan siswa sudah bisa mulai mendaftar, teman- teman saya berlomba-lomba untuk mendaftar, dan saya masih termenung dan memikirkan bagaiman cara saya bisa mendaftar sedangkan  jalur ini memerlukan biaya untuk mendaftar. Saya menceritakan kepada orang tua saya, begini ma, pak ada lagi jalur yang terbuka dan saya ingin mencoba medaftar lagi dan saya tetap mau masuk program Bidikmisi, tapi ini memerlukan biaya, bapak saya bertanya berapa biayanya ? Saya bilang biayanya itu pak kata teman-teman saya yang sudah mendaftar  katanya Rp. 200.000, mama saya bilang kalau kamu mau mendaftar kamu mau ambil uang di mana nak, sedangkan saya tidak punya uang untuk membiayai pendaftaran itu, trus bapak saya mengatakan memangnya waktu pendaftarannya sampai kapan? Saya mengatakan tidak tau juga pak, kata teman-teman saya masih lama. Nah bapak saya mengatakan kalau waktunya masih lama, sabar yah nak insya Allah kamu mendaftar  nantinya Tanya bapak kalau pendaftarannya sudah mau ditutup nanti saya usahakan uang untuk pendaftaran kamu itu. Saya mengatakan iya pak, nanti saya cari info keteman-teman saya nanti. Setelah beberapa hari ada sms masuk ke hp saya dan ternyata sms yang masuk itu dari pihak Bidikmisi, di dalam sms itu mengatakan untuk pendfataran SBMPTN bagi yang memilih program Bidikmisi terakhir hari jumat, nah disitu saya kewalahan karena kedua orang tua saya tidak di rumah , saya bertanya ke nenek saya nenek punya uang Rp. 200.000? nenek saya bilang tidak ada nak, mungkin nenek saya punya uang tapi mungkin untuk kebutuhan sehari-hari keluarga saya, dan kebetulan mama dan bapak saya tidak ada, mama saya pergi rumah sakit temani tante saya dan bapak saya ke Bone rumah orang tuanya. Setelah itu saya sudah bertanya kepada nenek saya, saya termenung  dan menangis dan berkata kalau saya tidak mendaftar hari ini juga kemungkinan besar  saya tidak kuliah, saya menelpon bapak saya , bapak saya bilang iya kenapa nak? Pak pendaftaran untuk Bidikmisi jalur SBMPTN  sudah terkhir hari ini pak, bapak saya bilang jadi bagaimana nak sedangkan saya ada di Bone dan saya juga tidak punya uang, saya mengatakan iya pak, saya menutup teleponnya, disitulah saya menangis dan berpikir dimana saya bisa mendapatkan uang. Setelah itu saya bangkit dan saya mengatakan kamu jangan nangis karena air mata tidak bisa menyelesaikan masalah, jadi saya pergi ke rumah kakak saya kebetulan kakak saya itu adalah bendahara dan kebetulan juga ada uang dia pegang, dan saya minta tolong ke dia untuk meminjamkan uangnya Rp. 200.000 karena kakak saya melihat mata saya bengkak dan tandanya saya sudah nangis dia meminjamkan uangnya kepada saya , setelah itu saya pergi ke bank mandiri untuk mengambil pin dan disitulah saya membanyar Rp. 200.000, setelah selesai pengambilan pin saya pulang dan sesampai di rumah saya terus ke warnet untuk mendaftar dan pada saat itu memilih jurusan PGSD(UNM), PKN(UNM), dan PERTANIAN(UNHAS). Setalah pendaftaran selesai saya kerumah tante saya dan memberitahukan bahwa  saya sudah mendaftar, dan kata tante saya, cara kamu mendaftar masuk ke web Bidikmisi kan? Saya bilang tidak tante saya langsung saja mendaftar, turus tante saya bilang jadi kalau begitu kamu mendaftar secara umumnya dong dan apabila kamu di terima kamu membayar dan tidak masuk dalam program Bidikmisi, saya kaget dan menangis sambil berkata kalau begitu apabila nanti saya diterima sama saja saya tidak melajutkan kuliah karena orang tua saya tidak sanggup membiayaiku  ternyata  saya salah untuk pendaftaran khusus Bidikmisi ada website khusus untuk pendaftaran Bidikmisi,  hati ini  sangat kecewa. Pada saat itu ibu saya marah kepada saya tapi saya tak pernah membantah, saya tetap menghibur diri saya dan selalu tersenyum.

Ternyata masih ada jalur yang terkhir  yaitu jalur mandiri nah disitulah saya mendaftar kembali dan pastinya tidak salah masuk lagi, pada kesempatan terkhir ini saya memilih jurusan seni yaitu PEND. SENI DRAMA TARI DAN MUSIK/ SENDRATASIK (UNM),  tapi pada saat itu ibu saya bilang kenapa kamu mendaftar lewat mandiri padahal katanya kalau kita mendaftar lewat mandiri pembayarannya  sangat mahal nak? .. “Iya saya tahu ibu tapi itu untuk orang yang mampu tapi untuk Bidikmisi tidak memerlukan biaya. Dan pada saat itu saya sendiri yang berusaha untuk mengurus semua berkas-berkas  saya, saya tidak pernah minta tolong kepada orang tua saya ataupun saudara saya karena ini adalah urusan saya dan saya sangat malu untuk meminta tolong kepada orang tua saya. Setelah beberapa hari waktunya saya harus ke Makassar karena sudah waktunya untuk di tes, dan pada saat itu bapak saya mengantar saya ke Makassar dan pada saat tes bapak saya juga mengantar saya ke kampus, dan bapak  menunggu saya sampai saya selesai tes. Kedua orang tua saya tak henti-hentinya mendoakan saya, dan setelah tes,,, saya tinggal di rumah om dan bapak saya pulang. Selama saya tinggal di rumah om, untuk mengisi waktu, saya pergi membantu om saya menjual di sentral  kurang lebih satu bulan saya ada di sana, dan suatu saat saya pulang  dan waktu yang ku tunggu-tunggu akhirnya  sudah tiba, yaitu pengumuman. Pada waktu itu sudah shalat Ashar saya ke warnet untuk mengecek hasil pengumuman, sesampai di warnet saya membukanya dengan pelan-pelan dan Alhamdulillah hasilnya membuat saya senang, saya di terima, trima kasih yah Allah engkau telah mendengarkan doa  hambamu ini, dan perjuanganku selama ini tidak sia-sia dan insya Allah saya akan mempertahankan beasiswa ini supaya saya tetap biasa melanjutkan kuliah sampai selesai. Setelah itu saya pulang ke rumah dan memberitahukan kepada semua orang yang ada dirumah bahwa saya di terima, semu orang  yang ada di rumah sangat senang mendengarkan berita ini, setelah itu saya kerumah tante saya untuk memberitahukan kepada dia bahwa saya diterima dan tante saya sangat senang keteika dia mendengarnya dan dia mengatakan Alhamdulillah akhirnya kamu kuliah nak, iya bu ini semua berkat doa orang tua aya dan ibu,  trima kasih atas dukungannya bu. Dan pada saat itu pula saya diberi nasehat kepada beliau.

Nah sudah waktunya untuk masuk kuliah. Saya tak menyangka akhirnya saya kuliah juga, ini semua berkat doa kalian. Pada saat hari pertama seluruh mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar harus memakai seragam hitam putih, memakai baju putih, rok hitam dan jilbab hitam. Hari senin  tepat pukul 07.00 saya berangkat ke kampus, sesampai di kampus saya bertemu banyak teman-teman, dan ternyata banyak juga mahasiswa Bidikmisi. Nah disitulah saya berkenalan sama mereka, dan khusus  Jurusan Seni harus memakai seragam hitam putih selama satu semester, jadi sepulang kampus saya pergi ke rumah sepupu saya untuk meminjam bajunya karena baju putih saya cuma satu. Keesokan harinya waktunya untuk pengenalan mata kuliah. Dan setelah beberapa hari ada info dari pihak panitia Bidikmisi bahwa ada pertemuan untuk mahasiswa Bidikmisi, pertemuan ini wajib untuk diikuti. Pada saat saya kengikuti kegiatan itu, ternyata sangat menarik saya bisa bertemu dengan teman-teman dan disitulah saya bisa mengenal lebih jauh lagi tentang Bidikmisi, dan pada saat itu juga saya bisa mengenal beberapa UKM yang terdapat di dalam Universitas Negeri Makassar. Pada saat itu acara berlangsung selama dua hari berturut-turut dan selama dua hari itu saya mengikutinya. Dan saya berkata, kita yang masuk anggota Bidikmisi ternyata tidak sia-sia banyak ilmu yang dapat kita peroleh.

Waktu tak terasa, tak terasa saya sudah menjalani perkuliahan selama satu bulan dan Alhamdulillah kuliahnya lancar, tak lama kemudian ada info dari pihak pengurus Bidikmisi bahwa bagi anggota Bidikmisi yang belum pergi mengambil nomor rekening  silahkan ke Bank Mandiri untuk mengurusnya. Keesokan harinya saya langsung ketempat tersebut dan sesampai disana sudah banyak teman-teman yang antri. Setelah semuanya selesai, saya sudah mempunyai buku rekening dan lengkap dengan ATM-nya. Setelah beberapa hari tidak lama setelah pengambilan Kartu Rekening uangnya sudah masuk, saya sangat senang mendengar berita itu kerena pada saat itu saya sudah tidak punya uang lagi  . keesokan harinya saya dan teman saya pergi mengeceknya dan setelah di cek ternyata uangnya sudah ada, dan kami pun mengambil/menarik uang sesuai dengan kebutuhan kami.

Pada saat bulan November ada info lagi dari pihak Bidikmisi bahwa ada kegiatan soft skill yang wajib diikuti oleh peserta Bidikmisi, dan pada saat itu saya mengikuti gelombang kedua dan dilaksanakan selama dua hari. Nah pada saat mengikuti acara ini saya sangat senang  ternyata kedatangannku tidak sia-sia, pada saat hari pertama saya duduk paling depan dan disanalah saya bertemu dengan orang-orang hebat dan mendapatkan materi, pada hari pertama itu saya menemukan materi empat dan semua materi itu sangat bagus dan berguna bagi pribadi kita masing-masing dan berguna pula bagi orang lain jika kita mengajarkannya kepadanya, materi di antarnya yaitu: percaya diri, pemecahan masalah, motivasi, belajar efektif. Nah keempat  materi ini sagat bagus meski saya sudah capek duduk  tapi saya tetap semangat menerima materinya. Dan pada saat hari kedua saya duduk paling depan lagi, dan pada hari itu saya juga menerima materi dari orang-orang yang professional, materi yang saya dapat pada hari kedua yaitu : manajemen emosi, Comunication skills, goal setting. Semua materi ini sangat bermanfaat bagi saya, dan saya sanggat bangga menjadi mahasiswa Bidikmisi. Dan pada saat hari terakhir  kak Hillman memberikan kita renungan yang hebat dan benar-benar menyentuh dan pada saat itu saya meneteskan air mata, karena itu adalah tanda syukur saya kepada Allah swt, yang memberikan saya kesempatan hidup untuk bersekolah dan menuntut ilmu dan bisa bergabung dengan norang-orag yang hebat. Dan isnya Allah saya akan menjadi orang yang sukses


BIDIKMISI SUKSES TANPA BATAS !!!!!!!!!!!!!!!!

*Karya: Rasmayanti (Pend. Seni Drama Tari dan Musik)



Share:

1 komentar:

KEGIATAN KAMI

Tentang Kami

Wadah mahasiswa Bidikmisi UNM untuk saling berkreasin berinovasi dan tentunya menginspirasi.
Ayo kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Arsip

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM Periode 2017-2018

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Theme Support