Jumat, 03 Juni 2016

Siapkan hal ini kalau jadi mahasiswa baru.

Menjadi mahasiswa baru adalah hal yang menyenangkan, membanggakan sekaligus membingungkan untuk sebagian orang. Ada banyak hal baru, kebiasaan baru, tempat baru (jika kamu kuliah di lain kota), budaya baru, teman baru, aturan baru dan hal-hal baru lainnya. Hal ini kadang membuat sebagian mahasiswa baru menjadi ragu dan bingung, harus bagaimana atau harus kemana.
Wajar jika merasa bingung. Namun demikian, ada beberapa hal prioritas yang harus segera anda lakukan atau anda siapkan setelah selesai urusan registrasi di kampus. Hal ini penting agar kuliah anda lebih lancar dan bisa lulus sesuai harapan. Beberapa hal prioritas tersebut antara lain:
1.       Tempat kost yang aman dan nyaman
Tempat kost atau kontrakan adalah hal pertama dan utama yang harus anda selesaikan setelah selesai urusan registrasi kampus. Walaupun sebenarnya bisa saja kost diselesaikan 1 atau 2 hari sebelum registrasi. Tapi biasanya kost diurus atau difikirkan setelah registrasi selesai.
Memilih tempat kost atau kontrakan, memang gampang-gampang susah. Gampangnya, jika ada uang semua beres. Mungkin begitu fikiran sebagian besar orang. Tapi tidak demikian sebenarnya. Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan serius ketika memilih kost atau kontrakan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain:
§  Apakah ada induk semang atau bapak/ibu kost?
Bapak dan ibu kost sebaiknya harus ada, terutama untuk kost atau kontrakan perempuan. Hal ini penting untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, misal, ada orang mabuk masuk kompleks atau ada orang mencurigakan bertamu pada waktu-waktu tidak lazim, ada tamu lain jenis masuk kamar dan sebagainya. Hal-hal tersebut dapat diantisipasi dengan baik jika ada ibu atau bapak kost.
Bagaimana dengan kost atau kontrakan laki-laki? Memang tidak sepenting kost atau kontrakan perempuan. Sebab laki-laki dianggap lebih bisa menjaga diri. Namun demikian, pengawasan dan pemantauan tetap diperlukan agar kost atau kontrakan tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang melanggar norma agama, moral dan adat istiadat setempat.
Intinya, usahakan cari kost atau kontrakan yang ada induk semang atau bapak/ibu kostnya.
§  Bagaimana akhlak atau kebiasaan teman-teman satu kost atau kontrakan tersebut?
Ini sangat penting. Sebab, sebagai mahasiswa baru, anda akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang telah terbentuk di kost atau kontrakan tersebut. Cobalah lihat atau cari tahu kebiasaan para penghuni kost itu, apakah biasa begadang sampai larut malam, apakah mereka perokok berat atau ada yang suka membawa teman wanitanya masuk kamar? Jika anda menemukan kost atau kontrakan dihuni oleh orang-orang yang seperti itu, jangan pilih tempat itu, walaupun harganya terjangkau dan dekat dengan kampus atau perpustakaan. Jangan pertaruhkan masa depan anda dengan bergabung dalam lingkungan yang buruk.
§  Bagaimana kondisi kamar atau rumahnya?
Hal ini terkait dengan kebersihan dan kenyamanan. Jika kost yang anda pilih, misalnya, dekat dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah, tentu aromanya akan sangat tidak nyaman. Selain itu anda akan rentan terkena penyakit. Atau terletak di pinggir sungai yang kotor, penuh sampah dan mampet. Tidak bagus juga.
Lihat pula apakah kamarnya cukup terkena sinar matahari dan memiliki ventilasi udara yang cukup? Hal ini penting agar kamar anda senantiasa nyaman, udaranya bersih dan segar serta bebas lembab dan bau tak sedap. Apa lagi mungkin anda akan banyak berada di dalam kamar jika harus mengerjakan tugas individu dari dosen.
Terkait keamanan, maka yang perlu diperhatikan, apakah ada penjaga khusus atau tidak. Jika ada penjaga atau induk semang, biasanya keamanannya akan lebih terjaga, walaupun tidak menjadi jaminan. Apakah kompleks kost atau kontrakan tersebut sering terjadi kemalingan, atau tempat orang-orang yang biasa mabuk-mabukan kumpul, dan sejenisnya.
§  Bagaimana jarak tempuh ke kampus dan perpustakaan?
Jarak tempuh ke kampus dan perpustakaan menjadi pertimbangan selanjutnya. Walaupun anda memiliki kendaraan yang memadai untuk mobilitas, namun tentu waktu tempuh yang jauh akan menghambat mobilitas, memboroskan biaya, bahkan bisa membuat anda lelah ketika sampai kampus yang pada akhirnya membuat anda malas untuk belajar dan menyimak penjelasan dosen.
Soal jarak, memang relatif tapi setidaknya anda bisa sampai ke kampus dalam waktu maksimal 30 menit berjalan kaki. Usahakan tidak lebih dari itu.
§  Apakah rumah kost atau kontrakan tersebut dekat dengan tempat ibadah?
Faktor ini tidak terlalu penting untuk sebagian besar orang di zaman sekarang. Tapi menurut saya sangat penting. Sebab, banyak penelitian menunjukkan orang yang memiliki kebiasaan yang bagus dalam beribadah dan beragama, relative lebih tahan stress dan memiliki kehidupan yang lebih tenang dan nyaman dibandingkan mereka yang jauh dari kehidupan beragama yang bagus.
Pilihlah masjid (jika anda seorang muslim) yang memiliki cukup banyak kegiatan sehingga anda bisa beribadah sekaligus menimba ilmu agama dan berpartisipasi di dalamnya. Jangan sekedar mangadakan sholat jamaah 5 waktu saja. Usahakan, pilih masjid yang bisa menghargai perbedaan dan mengayomi semua golongan.
Biasanya, di masjid pula kita akan menemukan teman-teman atau kakak tingkat yang mau berbagi ilmu dan pengalaman mereka saat kuliah.
Saya sangat menganjurkan anda segera bergabung dalam komunitas masjid kampus dimanapun anda kuliah. Bahkan jika ada semacam asrama khusus atau pesantren mahasiswanya, sebaiknya anda bergabung. InsyaAllah banyak manfaatnya.
2.       Teman yang satu jurusan
Mendapatkan teman kuliah satu jurusan, adalah hal selanjutnya yang harus anda siapkan. Walaupun biasanya, hal ini otomatis anda dapatkan jika telah mulai aktif kuliah. Memilih teman satu jurusan jangan asal pilih teman. Tapi pilihlah yang serius dalam kuliah, perilakunya santun, syukur-syukur dia rajin pula beribadah.
Teman yang secara perilaku dan moral baik, secara tidak langsung akan menularkan kebaikan tersebut pada anda.

Mengapa sebaiknya harus satu jurusan?
Agar anda dapat saling membantu jika ada tugas akademik dari dosen. Bukan untuk saling contek ya! Selain itu, anda dapat saling mengingatkan jika ada pergeseran jadwal kuliah, tempat praktikum dan lain sebagainya. Pesan saya, pilih yang sejenis, jangan yang lawan jenis, ntar malah jadi pacaran lupa sama kuliahnya.
Kembali ke urusan memilih teman tadi. Teman yang baik apa lagi yang satu jurusan akan sangat membantu jika suatu saat anda tidak bisa ikut kuliah, entah karena sakit, tugas organisasi ke luar kota atau karena alasan lainnya. Teman tersebut bisa anda minta tolong untuk mencatat, memfotokopi atau merekam kuliah yang diberikan oleh para dosen selama anda pergi. Syukur-syukur, anda bisa meminjam catatannya untuk disalin agar anda tidak ketinggalan.
3.       Komunitas pendukung
Komunitas pendukung maksudnya adalah komunitas atau kelompok yang punya semangat untuk kuliah dengan baik. Mereka punya beragam aktifitas positif yang mendukung pengembangan akademik, life skill dan wawasan kita.
Komunitas yang dimaksud di sini banyak ragamnya. Bisa saja itu adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di lingkungan Fakultas, UKM di lingkungan Universitas ataupun organisasi dan lembaga di luar kampus. Memang, tidak semua yang aktif di komunitas tersebut adalah orang dengan IPK bagus, akademiknya baik ataupun kuliahnya rajin. Di sinilah, anda harus pandai-pandai memilih teman seperti apa yang patut di tiru.
Saran saya, setelah anda kuliah 2 atau 3 pekan, anda bisa lihat komunitas, UKM atau lembaga mana yang kira-kira cocok dengan passion dan tujuan anda (tentang bagaimana menemukan passion, sudah dibahas disini). Jika sudah menemukan coba selidiki terlebih dahulu selama 1 atau 2 bulan. Cari tahu tentang aktifitas utamanya apa, apa yang kira-kira akan anda dapatkan jika bergabung, apakah orang-orang yang tergabung di dalamnya memiliki akhlak yang relatif baik dan akademis relatif bagus, apakah ia berafiliasi dengan ormas atau partai tertentu dan sebagainya.
Jika sudah ketemu, masuklah dengan senang hati. Jangan karena terpaksa atas desakan orang lain, atau tidak enak dengan teman, atau faktor-faktor lain yang sejenis.
4.       Perlengkapan kuliah
Memenuhi kebutuhan akan perlengkapan kuliah menjadi hal prioritas selanjutnya yang harus disiapkan setelah selesai registrasi.
Apa saja perlengkapan kuliah tersebut?
Yang paling penting tentu saja alat tulis, baik itu buku tulis, ballpoint dan tas. Jika memilih tas usahakan memilih tas dalam bentuk ransel atau tas gendong. Tapi tidak perlu tas besar seperti orang yang mau mendaki gunung. Selain praktis, karena bawanya digendong sehingga tangan bebas bergerak, bisa diisi banyak barang, juga nyaman dibawa. Tas atau ransel yang digendong dengan dua bahu lebih aman dan memberikan beban seimbang untuk pundak, sehingga pundak dan punggung tidak berat sebelah.
Jika anda butuh referensi Tas untuk kuliah baik untuk laki-laki maupun perempuan, bisa lihat disini.
Selanjutnya yang perlu disiapkan adalah jas laboratorium, biasa disingkat jas lab. Anda bisa membelinya di koperasi atau minimarket kampus, atau membeli dari kakak kelas yang sudah mau lulus dengan harga yang biasanya jauh lebih murah, bahkan jika anda bertemu kakak kelas yang baik hati, akan diberikan gratis. Asal masih bisa dipakai tidak apa-apa, karena bukan buat lebaran atau menghadiri undangan. Jadi yang penting masih bisa dipakai, tidak apa-apa jika sudah tidak baru.
Perlengkapan selanjutnya yang perlu disiapkan adalah flashdisk. Flashdisk penting untuk menyimpan data digital dari materi kuliah maupun referensi pendukung yang diberikan oleh dosen. Pilih yang sekitar 8 16 Gb insyaAllah sudah cukup. Untuk merk, coba tanya teman-teman, merk apa yang awet dan tahan lama.
Flashdisk juga berguna untuk menyimpan hasil kerja atau tugas yang sudah anda ketik. Laptop, jika ada dan mampu beli Alhamdulillah, jika tidak, anda bisa mengetik di jasa sewa atau rental komputer yang biasanya banyak tersebar di sekitar kampus.
5.       Orang Tua angkat
Orang tua angkat ini maksudnya adalah orang yang secara usia dia telah memiliki cukup umur, mungkin seumuran orang tua kita atau lebih tua sedikit, sehingga dia memiliki wawasan dan pengalaman hidup yang sangat luas.
Orang tua angkat ini berguna sebagai tempat kita curhat tentang segala macam problema hidup dan kuliah. Biasanya, karena mereka memiliki pengalaman hidup yang cukup, maka nasehat dan petuah yang mereka berikan akan lebih bijaksana. Tidak terbawa emosi atau berdasarkan logika semata. Kadang-kadang (tapi ini jangan jadi tujuan ya), kita bisa ikut numpang makan di rumahnya. Alhamdulillah.
Siapa yang sebaiknya kita jadikan orang tua angkat?
Tidak ada jawaban pasti. Yang pasti adalah kriterianya. Enak diajak curhat, punya pengalaman dan wawasan luas dan tentu saja, secara moral atau perilaku, ia layak untuk itu.
Caranya bagaimana?
Caranya tidak terlalu sulit, cukup sering-sering saja silaturrahmi. Tentu dengan melihat waktu-waktu yang tidak mengganggu beliau. Tanya pengalaman ketika masa muda dulu. Atau anda minta saran, cari pasangan hisup baknya yang seperti apa. Walaupun mungkin anda menikah 10 tahun lagi. Atau sesekali, bawalah oleh-oleh khas dari daerah anda sendiri.
Saat saya kuliah, ada dua orang yang sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri. Yaitu Bapak Ahmad Baasyir dan Bapak Muhammad Nuskhi. Mudah-mudahan Allah SWT merahmati beliau beserta keluarganya.

Demikianlah, 5 hal yang harus anda siapkan, setelah anda selesai registrasi sebagai mahasiswa baru. Memang, tidak semuanya harus anda dapatkan di minggu-minggu pertama kuliah. Namun, 5 hal ini menjadi hal yang akan sangat membantu kelancaran anda kuliah.
Sumber: infomahasiswa.com
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Navigation Menu

About me

Kirimkan cerita inspiratif kalian sebagai mahasiswa Bidikmisi agar bisa menginspirasi banyak orang.

Kirimkan ke: ikbim.unm@gmail.com
ikbim.unm@gmail.com
.

Search

ADMIN

Website ini dikelola oleh Bidang 3 Media dan Komunikasi IKBIM UNM

1. Muhammmad Akhsan Alimuddin
2. A. Irvan Pradana
3. Nurhidayah
4. Vivi Suyanti
4. Nining Rahmiati
4. Muh. Irwan
4. Lindasari

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support